Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Tatacara Shalat Wajib 5 waktuBagaimana orang yang baru masuk islam mengerjakan shalat?
Bagaimana Seseorang yang Baru Masuk Islam Mengerjakan Shalat?

Kewajiban pertama bagi seseorang yang baru masuk Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat atau pun bagi seorang muslim yang sudah lama meninggalkan shalat adalah memulai mengerjakan shalat 5 waktu dalam sehari semalam.

Seorang muslim diwajibkan untuk mengerjakan shalat dalam sehari semalam sebanyak 5 kali.

Kapan saja waktu shalat bagi seorang muslim?

  1. Di waktu fajar anda mengerjakan shalat subuh. 
  2. Lalu di tengah hari anda mengerjakan shalat dzuhur. 
  3. Beranjak sore, anda mengerjakan shalat ashar. 
  4. Memasuki waktu petang, anda mengerjakan shalat maghrib.
  5.  Diakhiri dengan shalat isya di waktu malam.


Untuk tepat dan praktisnya anda bisa melihat jadwal waktu shalat atau dari suara adzan yang dikumandangkan di masjid-masjid. Anda juga bisa melihat tentang masuknya waktu shalat di artikel kami terdahulu judulnya ‘Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Melihat Jam’.

Berikut ini tata cara shalat bagi pemula, laki - laki dan perempuan (tidak ada perbedaan tata cara shalat antara laki - laki dan perempuan).

Persiapan Sebelum Melaksanakan Shalat
Lalu apa apa saja yang harus anda persiapkan sebelum memulai shalat?
Sangat mudah sekali,

1. Arah kiblat
Yaitu arah kita menghadap dalam shalat. Kiblat kaum muslimin sedunia adalah ka’bah di Masjidil Haram yang berada di kota Mekkah Saudi Arabia. Secara umum jika anda tinggal di Indonesia atau negara-negara yang berada di sebelah tenggara dari kota Mekkah Saudi Arabia, maka arah kiblatnya adalah arah barat atau tepatnya barat laut.

2. Pakaian
Seorang laki-laki muslim diharuskan memakai pakaian yang minimal bisa menutup auratnya dari pusar sampai ke lutut. Adapun seorang wanita muslimah, dia diharuskan memakai pakaian yang longgar(tidak menampakkan lekuk tubuhnya) yang dapat menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Dan pakaian yang dikenakan baik laki-laki maupun perempuan harus suci dari najis. Contoh najis: air kencing. Hendaknya memakai pakaian yang baik dan sopan ketika shalat.

3. Berwudhu (membersihkan diri)
Berwudhu adalah membersihkan diri dari najis dan kotoran dengan membasuhkan air ke anggota tubuh tertentu. Anda bisa membacanya di ‘Tata Cara berwudhu yang Benar Sesuai Sunnah Nabi’. Atau jika kondisi tidak memungkinkan untuk berwudhu dengan air, dia bisa bertayamum.

Adapun jika anda hadats besar, maka anda harus mandi besar dulu. Hadats besar contohnya setelah keluar mani dan bersetubuh atau setelah haidh dan nifas.

Memulai Shalat

Shalat harus dikerjakan dengan bacaan berbahasa arab dan dan kita diharuskan untuk menghafalnya. Mungkin anda butuh waktu untuk untuk mempelajarinya dan mempraktekkannya secara benar dan sempurna. Ketidakmampuan dalam berbahasa arab tidak seharusnya menghalangi anda untuk memulai mengerjakan shalat. Akan tetapi mulailah mengerjakan shalat sebatas kemampuan anda.
Firman Allah, “Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya”. (quran surat 2: 286)

Bagaimana Jika Saya Belum Hafal Bacaan Shalat?
Lalu apa yang harus dilakukan seseorang yang belum bisa apa-apa? Jika anda masih kesulitan dalam menghafal bacaan shalat, maka untuk sementara waktu tidak mengapa bagi anda untuk menuliskannya pada secarik kertas lalu membacanya dalam shalat.

Akan tetapi jika anda bahkan masih kesulitan untuk menulis bacaan-bacaan shalat pada secarik kertas, maka anda bisa membaca salah satu atau semua bacaan-bacaan simpel berikut ini pada setiap gerakan shalat(anda membaca arabnya saja):
• Sub-hanallah : Maha suci Allah
• Al-hamdu-lillah : Segala Puji Hanya Bagi Allah
• Allahu akbar :Allah Mahabesar
• Laa ilaaha illallah : tiada yang hak disembah kecuali Allah.

“Datang seorang laki-laki menemui Nabi saw, kemudian ia berkata, ‘Aku tidak bisa mengambil (hafal) sesuatu pun dari Al Qur an, maka ajarilah aku dengan sesuatu yang dapat menjadi penggantinya’ Maka Rasulullah saw bersabda, ‘Ucapkanlah Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar, dan La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim…” (HR Abu Daud dan Ahmad)

Wajib bagi anda pada tahap ini untuk sesegera mungkin menghafal bacaan-bacaan shalat yang seharusnya.

Berikut ini adalah contoh gerakan dan bacaan shalat 2 rakaat (seperti dalam shalat subuh).

1. Berdiri menghadap kiblat, pandangan mata mengarah ke tempat sujud. Hendaknya ada pembatas di depan tempat sujudnya, bisa berupa tembok atau benda apa saja yang agak tinggi, seperti tas, tongkat, tiang, dan lain - lain. Jadi, anda meletakkan sesuatu di depan tempat sujud anda sebagai pembatas (sutrah). Atau anda mendekat ke tembok, dan menjadikan tembok tersebut sebagai sutrah (pembatas). Pada contoh di bawah ini, sutrahnya adalah meja di depannya.

panduan cara shalat untuk pemula
menghadap kiblat, pandangan mata ke tempat sujud

2. Berniat dalam hati bahwa anda akan melaksanakan shalat , apakah itu shalat ashar, maghrib atau isya, dan seterusnya.

3. Memulai shalat dengan membaca “Allahu akbar” (Allah Mahabesar), sambil mengangkat kedua tangan anda sampai sejajar bahu, posisi telapak tangan menghadap ke depan dengan jari-jari terbuka.

panduan cara shalat untuk pemula
takbirotul ihrom

4. Lalu tangan diturunkan lagi untuk meletakkan kedua telapak tangan di atas dada dengan posisi: telapak tangan kanan berada di atas punggung pergelangan tangan kiri.

panduan cara shalat untuk pemula
gerakan shalat

5. Kemudian membaca do’a iftiftah:

Ada beberapa macam bacaan iftitah, kami pilihkan yang terpendek, (di baca arabnya saja)
“Subhaanaka Allahumma wa bi hamdika wa tabaarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa laa ilaaha ghairuka”
Artinya:Mahasuci engkau ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, kedudukan-Mu sangat agung, dan tiada yang hak disembah selain-Mu.

Lalu membaca ta’awudz:
“ a’udzu billahi minasy-syaithanirrojim”, (artinya:aku berlindung kepada Allah, dari (godaan) syeitan yang terkutuk)

Lalu membaca “bismillah” (dengan nama Allah)

Membaca alfatihah:
“alhamdulillahi robbil ‘alamiin//arrohmaanir rohim//maalikiyaumid din//iyyaka na’budu wa iyya ka nasta’iin// ihdinash shirotol mustaqim//shirootolladzi na an’amta ‘alaihim//ghoiril maghdhuubi’alaihim//waladh dhoolliin.

Membaca surat dalam al quran, sebagai contoh surat al ikhlas
“qul huwallahu ahad// allahush shomad// lam yalid// wa lam yulad// wa lam yakullahu kufuwwan ahad”. (   Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
·         Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia)

6. Ruku
Bertakbir seperti pada langkah no.3, lalu meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut, lalu membaca do’a:

“Sub-haana robbiyal azhim “ 3x (segala puji bagi Allah yang Maha Agung).

Shalat5b

7. I’tidal
Bangun dari ruku, mengangkat kedua tangan sejajar bahu, sambil mengucapkan: “sami’allahu li man hamidah”(Allah mendengar orang yang memuji-Nya).
Setelah tegak berdiri membaca:
robbana wa lakal hamdu”(ya Tuhan kami , bagi-Mu lah segela pujian).

Shalat1

8. Sujud
Turun sujud sambil membaca “allahu akbar” (Allah Mahabesar)
Turun sujud dengan meletakkan kedua telapak tangan dilantai sebelum kedua lutut. Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai, ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat,sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
”sub-haana-robbiyal a’la” (Mahasuci Allah yang Maha Tinggi).

panduan cara shalat untuk pemula

9. Duduk di antara dua sujud
Kemudian mengangkat kepala sambil mengucap “allahu akbar”. Lalu duduk dengan tenang, melipat kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Telapak kaki kiri dipakai sebagai alas duduk. Jari-jari kaki kanan menghadap kiblat. Lalu membaca:
“allahummagh firlii, war hamnii, waj burnii, warfa’ni, wa’afinii, warzuqnii”.
(ya Allah,ampunilah aku, sayangilah aku,tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, dan berilah aku ‘afiat dan rezeki).

Shalat9bShalat10

10. Sujud kedua
Turun sujud lagi, dengan meletakkan kedua telapak tangan ke lantai, dan kepala mencium lantai seperti pada gambar. Turun sujud sambil membaca “allahu akbar” (Allah Mahabesar)
. Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai,ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat, sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
”Sub-haana-robbiyal a’la” (Mahasuci Allah yang Mahatinggi)
panduan mudah shalat gerakan sujud


11. Bangkit dari sujud kedua, duduk sebentar sebagaimana posisi duduk langkah no-9, tanpa membaca apa-apa langsung bangkit berdiri mengulangi langkah no-3 tapi tanpa mengangkat kedua tangan.
panduan cara shalat untuk pemula
berdiri lagi setelah sujud
Lakukan langkah no-3 sampai no 10 (tanpa do’a iftiftah di langkah no-5).

12. Setelah mengulang dari langkah no - 3 sampai langkah 10, duduklah sebagaimana duduknya pada langkah no-9, hanya saja tidak persis seperti posisi duduk di langkah no -9, sekarang telapak kaki kiri kiri masuk  ke bawah pergelangan kaki kanan, dan mendudukkan pantat ke lantai. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

bbb
Shalat 12
posisi duduk langkah ke 12
Membentangkan telapak tangan kanan di atas paha kaki kanan, membentangkan telapak tangan kiri di atas paha kaki kiri. Menggenggam jari-jari tangan kanan, mengisyaratkan jari telunjuk ke arah kiblat. Pandangan mata mengarah ke jari telunjuk yang kanan. Lalu membaca bacaan tasyahud:

ATTAYHIYATU LILLAHI WASHSHALAWATU WATHTHAYIBAT. ASSALAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. ASSALAMU ALAINANAA WA ALA ‘IBADILLAHISH SHALIHIN "


(Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan juga kebaikan. Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi dan juga rahmat dan berkahnya. Semoga keselamatan terlimpahkan atas kami dan hamba Allah yang shalih)

Lalu membaca :
Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu  warasuluh.
(Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya)

lalu dilanjutkan bacaan shalawat:

ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA INNAKA HAMIIDUN MAJIID, ALLOOHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI MUHAMMADIN KAMAA BAAROKTA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA INNAKA HAMIIDUN MAJIID (Ya Allah, berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi shalawat atas keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berilah berkah atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi berkah kepada keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia).” (HR. Muslim no. 406).



13. Mengucapkan salam

Menengok ke arah kanan sambil mengucapkan: "assalamu'alaikum wa rohmatullah" (semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah atas kalian), lalu menengok ke arah kiri dengan mengucap kalimat yang sama. selesai .

Itu adalah contoh praktik shalat 2 rakaat seperti yang anda kerjakan ketika anda shalat subuh.

Shalat 3 Rakaat (dikerjakan dalam shalat maghrib)
Adapun untuk shalat yang jumlahnya 3 rakaat seperti shalat maghrib, setelah selesai bacaan tasyahud di no-12 langsung berdiri rakaat ketiga dengan mengulang langkah no-3 sampai no-10 lalu tanpa melewati no 11 langsung lompat ke no-12 dan diakhiri no-13.


Contoh Shalat 4 rakaat (dikerjakan pada shalat dzuhur, ashar, dan isya)


  1. Berdiri menghadap kiblat, pandangan mata mengarah ke tempat sujud. Hendaknya ada pembatas di depan tempat sujudnya, bisa berupa tembok atau benda apa saja yang agak tinggi, seperti tas, tongkat, tiang, dan lain - lain. Jadi, anda meletakkan sesuatu di depan tempat sujud anda sebagai pembatas (sutrah). Atau anda mendekat ke tembok, dan menjadikan tembok tersebut sebagai sutrah (pembatas). Pada contoh di bawah ini, sutrahnya adalah meja di depannya. 
    panduan cara shalat untuk pemula
    menghadap kiblat, pandangan mata ke tempat sujud

  2. Berniat dalam hati bahwa anda akan melaksanakan shalat , apakah itu shalat ashar, maghrib atau isya, dan seterusnya.
  3. Memulai shalat dengan membaca “Allahu akbar” (Allah Mahabesar), sambil mengangkat kedua tangan anda sampai sejajar bahu, posisi telapak tangan menghadap ke depan dengan jari-jari terbuka. 
    panduan cara shalat untuk pemula
    takbirotul ihrom

  4.  Lalu tangan diturunkan lagi untuk meletakkan kedua telapak tangan di atas dada dengan posisi: telapak tangan kanan berada di atas punggung pergelangan tangan kiri. 
    panduan cara shalat untuk pemula
    gerakan shalat

  5.  Kemudian membaca do’a iftiftah:

    Ada beberapa macam bacaan iftitah, kami pilihkan yang terpendek, (di baca arabnya saja)
    “Subhaanaka Allahumma wa bi hamdika wa tabaarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa laa ilaaha ghairuka”
    Artinya:Mahasuci engkau ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, kedudukan-Mu sangat agung, dan tiada yang hak disembah selain-Mu.

    Lalu membaca ta’awudz:
    “ a’udzu billahi minasy-syaithanirrojim”, (artinya:aku berlindung kepada Allah, dari (godaan) syeitan yang terkutuk)

    Lalu membaca “bismillah” (dengan nama Allah)

    Membaca alfatihah:
    “alhamdulillahi robbil ‘alamiin//arrohmanirrohim//maalikiyaumiddin//iyyaka na’budu wa iyya ka nasta’iin// ihdinash shirotol mustaqim//shirootolladzi na an’amta ‘alaihim//ghoiril maghdhuubi’alaihim//waladh dhoolliin.

    Membaca surat dalam al quran, sebagai contoh surat al ikhlas
    “qul huwallahu ahad// allahush shomad// lam yalid// wa lam yulad// wa lam yakullahu kufuwwan ahad”.
  6.  Ruku
    Bertakbir seperti pada langkah no.3, lalu meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut, lalu membaca do’a:

    “Sub-haana robbiyal azhim “ 3x (segala puji bagi Allah yang Maha Agung) Shalat5b
  7. I’tidal
    Bangun dari ruku,melakukan langkah no-3tapi bacaan Allahuakbar diganti dengan: “sami’allahu li man hamidah”(Allah mendengar orang yang memuji-Nya).
    Setelah tegak berdiri membaca:
    “robbana wa lakal hamdu”(ya Tuhan kami , bagi-Mu lah segela pujian). Shalat1
  8. Sujud
    Turun sujud sambil membaca “allahu akbar” (Allah Mahabesar)
    Turun sujud dengan meletakkan kedua telapak tangan dilantai sebelum kedua lutut. Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai, ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat,sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
    ”sub-haana-robbiyal a’la” (Mahasuci Allah yang Maha Tinggi). panduan cara shalat untuk pemula
  9. Duduk di antara dua sujud
    Kemudian mengangkat kepala sambil mengucap “allahu akbar”. Lalu duduk dengan tenang, melipat kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Telapak kaki kiri dipakai sebagai alas duduk. Jari-jari kaki kanan menghadap kiblat. Lalu membaca:
    “allahummagh firlii, war hamnii, waj burnii, warfa’ni, wa’afinii, warzuqnii”.
    (ya Allah,ampunilah aku, sayangilah aku,tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, dan berilah aku ‘afiat dan rezeki). Shalat9b
  10. Lakukan Sujud kedua, sebagaimana sujud pertama di langkah no-8. Turun sujud sambil membaca “allahu akbar” (Allah Mahabesar)
    . Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai,ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat, sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
    ”Sub-haana-robbiyal a’la” (Mahasuci Allah yang Mahatinggi)
  11. Bangkit dari sujud kedua , duduk sebentar sebagaimana posisi duduk langkah no-9, tanpa membaca apa-apa langsung bangkit berdiri(masuk rakaat kedua)
  12.   Mengulangi langkah no-3 tapi tanpa mengangkat kedua tangan. 
  13. Lakukan langkah no-3 sampai no 10 (dengan tanpa do’a iftiftah di langkah no-5).
  14. Setelah selesai langkah no 10 (sujud kedua) ,bangkit dari sujud kedua, duduk sebagaimana posisi duduk langkah no-9, kemudian membaca “ATTAYHIYATU LILLAHI WASHSHALAWATU WATHTHAYIBAT. ASSALAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. ASSALAMU ALAINANAA WA ALA ‘IBADILLAHISH SHALIHIN "


    (Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan juga kebaikan. Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi dan juga rahmat dan berkahnya. Semoga keselamatan terlimpahkan atas kami dan hamba Allah yang shalih)

    Lalu membaca :
    Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu  warasulullah.
    (Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya)
  15. Lalu berdiri lagi untuk rakaat ketiga. Membaca lagi  “bismillah” (dengan nama Allah)

    Membaca alfatihah:
    “alhamdulillahi robbil ‘alamiin//arrohmanirrohim//maalikiyaumiddin//iyyaka na’budu wa iyya ka nasta’iin// ihdinash shirotol mustaqim//shirootolladzi na an’amta ‘alaihim//ghoiril maghdhuubi’alaihim//waladh dhoolliin.
  16. Melakukan Ruku' lagi, mambaca "Allahu Akbar" sambil meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut, lalu membaca do’a:

    “Sub-haana robbiyal azhim “ 3x (segala puji bagi Allah yang Maha Agung). 
  17. I'tidal (bangkit berdiri tegak dari posisi ruku sambil membaca "sami'allahu li man hamidah" ((Allah mendengar orang yang memuji-Nya).
    Setelah tegak berdiri membaca:
    “robbana wa lakal hamdu”(ya Tuhan kami , bagi-Mu lah segela pujian).
  18. Turun Sujud
    Turun sujud sambil membaca “allahu akbar” (Allah Mahabesar)
    Turun sujud dengan meletakkan kedua telapak tangan dilantai sebelum kedua lutut. Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai, ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat,sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
    ”sub-haana-robbiyal a’la” (Mahasuci Allah yang Maha Tinggi).
  19. panduan cara shalat untuk pemula
    Duduk di antara dua sujud
    Kemudian mengangkat kepala sambil mengucap “allahu akbar”. Lalu duduk dengan tenang, melipat kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Telapak kaki kiri dipakai sebagai alas duduk. Jari-jari kaki kanan menghadap kiblat. Lalu membaca:
    “allahummagh firlii, war hamnii, waj burnii, warfa’ni, wa’afinii, warzuqnii”.
    (ya Allah,ampunilah aku, sayangilah aku,tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, dan berilah aku ‘afiat dan rezeki). Shalat9b
  20. Lakukan Sujud kedua, sebagaimana sujud pertama di langkah no-8. Turun sujud sambil membaca “allahu akbar” (Allah Mahabesar)
    . Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai,ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat, sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
    ”Sub-haana-robbiyal a’la” (Mahasuci Allah yang Mahatinggi)
  21. Shalat9b
    duduk sejenak
    Bangkit dari sujud kedua , duduk sebentar sebagaimana posisi duduk langkah no-19, tanpa membaca apa-apa langsung bangkit berdiri(masuk rakaat keempat) 
  22. Ulangi langkah no 15 sampai no 20
  23. Bangkit dari sujud kedua (raakaat ke-4)
  24. Setelah mengulang langkah 15 sampai langkah 20, duduklah sebagaimana duduknya pada langkah no-19, hanya saja tidak persis seperti posisi duduk di langkah no -19, sekarang telapak kaki kiri kiri masuk  ke bawah pergelangan kaki kanan, dan mendudukkan pantat ke lantai. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.
    bbb
    Shalat 12
    posisi duduk langkah ke 12

    kemudian membaca “ATTAYHIYATU LILLAHI WASHSHALAWATU WATHTHAYIBAT. ASSALAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. ASSALAMU ALAINANAA WA ALA ‘IBADILLAHISH SHALIHIN "

    (Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan juga kebaikan. Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi dan juga rahmat dan berkahnya. Semoga keselamatan terlimpahkan atas kami dan hamba Allah yang shalih)

    Lalu membaca :
    Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu  warasulullah.
    (Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya)  Lalu membaca ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA INNAKA HAMIIDUN MAJIID, ALLOOHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI MUHAMMADIN KAMAA BAAROKTA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA INNAKA HAMIIDUN MAJIID (Ya Allah, berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi shalawat atas keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berilah berkah atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi berkah kepada keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia).” (HR. Muslim no. 406).
  25. Mengucapkan salam "Assalamu'alaikum wa rahmatullah ( (semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah atas kalian) sambil menoleh ke kanan, lalu menoleh ke kiri sambil membaca  "assalamu'alaikum wa rohmatullah" (semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah atas kalian),
  26. Selesai shalat 4 rakaat.


 Adapun untuk shalat yang jumlahnya 3 rakaat seperti shalat maghrib, setelah selesai bacaan tasyahud di no-12 langsung berdiri rakaat ketiga dengan mengulang langkah no-3 sampai no-10 lalu tanpa melewati no 11 langsung lompat ke no-12 dan diakhiri no-13.

Demikian tatacara shalat bagi pemula, insya Allah video tutorialnya menyusul. Waallahu a'lam.

Comments

  1. […] mengingat Allah, dan terjaga dari perbuatan maksiat. tata cara pelaksanaan shalat bisa anda baca di Tata Cara Shalat 5 Waktu . 3. Membayar Zakat. Zakat adalah harta yang diambil dari orang yang kaya, untuk di berikan kpada […]

    ReplyDelete
  2. aSSALAMUALAIKUM WR. WB..
    SAYA SEORANG MUSLIMAH, KMDUIAN CALON SUAMI SAYA SEORANG MUALLAF. APAKAH BOLEH SAYA MENGAJARKANNYA TENTANG SHALAT DAN YANG LAINNYA SEDANGKAN SAYA BELUM SAH MENJADI ISTRINYA??
    MHN PENJELASANNYA...
    TERIMAKASIH.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Wa 'alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh. Selamat datang di blog ini, dan sebelumnya kami ucapkan selamat atas keislaman calon suami anda. Semoga beliau istiqomah. Kemudian terkait apakah boleh bagi anda mengajarkan tata cara shalat dan yang lainnya kepada calon suami anda, maka boleh - boleh saja. Akan tetapi caranya harus syar'i, sesuai aturan agama. Anda berdua karena belum menikah,maka berlaku bagi anda larangan untuk berduaan, walaupun untuk alasan mengajarkan agama. Manusia diciptakan sangat lemah, dan agama ini menjaga manusia, agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. Lalu bagaimana caranya mengajarkan agama kepadanya tanpa berduaan (khalwat)? caranya, anda bisa meminjamkan kepadanya buku tata cara shalat, dan buku - buku tentang keislaman kepadanya. Atau dengan mengajaknya hadir di majelis taklim. Carikan untuknya teman laki - laki yang shalih dan berilmu, sehingga dia bisa bertanya tentang agama dengan lebih intensif. Jika anda ingin membimbingnya secara langsung, hendaknya pertemuan kalian disertai dengan mahram anda, bisa kakak laki - laki anda, ayah anda, adik laki - laki anda yang sudah baligh, paman anda, dan seterusnya. Alangkah baiknya anda berdua bersegera untuk menikah, sehingga anda bisa lebih intensif membimbingnya untuk memperdalam agama. Wallahu a'lam.

      Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat(berduaan) dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Terimakasih sangat membantu bagi saya yang ingin belajar

    ReplyDelete
  5. Terimakasih sangat membantu bagi saya yang ingin belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf , bacaan shalat kemarin ada yang kurang, sudah saya ralat di langkah no 12

      Delete
  6. sangat membantu bagi pemula yang ingin belajar dan ingin tau lebih banyak

    ReplyDelete

Post a Comment

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH

Persaksian Keimanan (syahadat) bag 1